Sejoli Sejauh: Desy Fatmala Makhmud & Brian Bima Toro Yudi Hendrawan

Posted by Store Sejauh on

Hubungan jarak jauh yang terjalin antara Desy Fatmala Makhmud dan Brian Bima Toro Yudi Hendrawan menjadi salah satu dari sekian banyak pasangan LDR (Long Distance Relationship) yang berhasil melaju ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Pasangan ini memilih Sejauh Mata Memandang menjadi salah satu saksi yang menemani kebahagiaan mereka di salah satu prosesi pernikahannya. Mereka tertarik dengan visi dan misi Sejauh yang berkaitan erat dengan lingkungan. Penasaran bagaimana Desy dan Brian bertemu dan menjalani kisah LDR mereka? Mari kita simak kisah mereka berikut ini.


Sejauh (S): Sudah berapa lama kalian berpacaran? Ceritain dong…

Desy (D): Jadi sebenarnya, kami nggak pernah ada ikatan seperti pacaran sebelum menikah, hehe… Kami juga berbeda pulau, saya di Takengon (Aceh Tengah), dan dia (Brian) di Jakarta. Kami sudah cukup lama kenal, sejak akhir tahun 2014. Perkenalan kami dimulai dari dia (Brian) yang menghubungi saya melalui pesan singkat (SMS), dan dia mendapatkan nomor handphone saya dari juniornya semasa bersekolah/kuliah. Juniornya adalah kakak kelas saya sewaktu SMA. Tahun 2015 saya pindah ke Jakarta untuk melanjutkan studi dan mulai bertemu Brian secara langsung, kemudian tahun 2016 Brian pindah ke Ambon untuk bekerja di bandara di sana dan saya tetap di Jakarta. Sudah sekitar kurang lebih 8 tahun kami saling mengenal satu sama lain. Selama kurun waktu tersebut bisa dihitung jari jumlah pertemuan kami. Selain kesibukan kami masing-masing, jarak yang cukup jauh juga menjadi alasan. Saling mengenal cukup lama hingga akhirnya kami melangsungkan acara lamaran pada tanggal 14 Oktober 2021 dan kami memutuskan untuk menikah pada tanggal 18 Juli 2022.


S: Kalian bertemu di mana? Boleh diceritakan detailnya?

D: Pada awalnya, kami masih terpisah jarak saat kami berkenalan melalui pesan singkat. Seperti yang saya ceritakan di atas, saat itu saya mengenal Brian pada saat saya masih kelas 3 SMA di Aceh Tengah. Kemudian setahun berselang, saya memutuskan untuk kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Saat saya akan berangkat ke Jakarta, dahulu masih ada media sosial bernama “Path”, saya membagikan keadaan saya yang akan berangkat ke Jakarta melalui media sosial tersebut, dengan mengunggah “check in” “arrived in Jakarta”. Kemudian dari situ, dia mengetahui bahwa saya sedang berada di Jakarta. Namun dia tidak mengetahui mengapa saya datang ke sana, karena memang saya tidak bercerita ke padanya perihal saya akan berkuliah di sana. Dan, pada saat itu perkenalan kami pun hanya sebatas komunikasi seperlunya saja melalui pesan singkat. Kemudian, dia menanyakan keberadaan dan maksud saya datang ke Jakarta. Dari situ saya menceritakan maksud dan tujuan saya datang ke sana. Singkat cerita, 31 Oktober 2015 kami sepakat membuat janji untuk bertemu pertama kalinya setelah sekian lama hanya bertegur sapa melalui pesan singkat. Kami bertemu di kampus tempat saya kuliah. Setelah jam kuliah selesai, saya menunggu di aula kampus. Dia datang seorang diri, dan saya ditemani oleh sepupu saya yang kebetulan memang sebaya dan mengambil mata kuliah yang sama di kampus tersebut. Saat itu perasaan saya campur aduk, mulai dari malu, canggung, bahkan takut karena ini pengalaman pertama saya bertemu dengan orang baru dengan alur cerita hidup yang seperti ini. Belum selesai dengan perang batin perasaan saya, dia mengajak saya dan sepupu saya pergi ke salah satu cafe di Depok. Dengan perasaan yang canggung, saya pun mengiyakan ajakannya tersebut. Pertemuan pertama waktu itu sangat mengesankan dan mengantarkan kita ke pertemuan-pertemuan berikutnya.

Sejoli Sejauh Desy Brian

 

S: Ceritakan first date kalian!

D: Setelah ketemu dengan Brian untuk pertama kalinya, kami tidak pernah mengkhususkan waktu untuk bertemu lagi berikutnya. Kami intens bertukar pesan melalui telepon seluler, berbagi cerita tentang keseharian yang kami alami. Saya ingat percakapan kami saat bertemu Brian sebelum berangkat kerja ke Ambon, Maluku, di situ saya mulai merasa sedih karena semakin sedikit waktu untuk bisa bertemu atau bahkan pertemuan kami hanya sampai di sini. Tapi kita menyinggung perihal ke depannya akan seperti apa sambil tertawa karena sepenuhnya menyerahkan bagaimana takdir akan membawa “Kita jalani aja ya, sembari melanjutkan hidup masing-masing,” terkesan pasrah, tapi ya sudah mau gimana.


S: Sejauh mana kamu mengenal pasangan kamu?

D: Saling kenal hampir 8 tahun dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Dalam rentang waktu yang cukup lama kami hampir tahu karakteristik pasangan kami satu sama lain. Banyak problematika, namun banyak pula kebahagiaan yang kami rasakan selama kami saling kenal. Kami sadar setiap keputusan selalu didampingi dengan konsekuensi, dan sudah seharusnya kami siap dengan hal itu. Kami percaya, apapun yang telah digariskan Tuhan untukmu, akan menjadi milikmu. Tidak akan mungkin tertukar. Untuk itu, berjalanlah.


S: Boleh share tips menjaga hubungan ala kamu?

D: Mungkin tidak ada tips yang kami khususkan, tapi setiap hari kami selalu membiasakan diri untuk saling memahami satu dengan yang lainnya dan berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan pribadi pasangan (personal space), saling support setiap kegiatan positif di dalam ataupun di luar pekerjaan kami masing-masing, menyediakan waktu luang untuk mengobrol tentang hal apapun yang dilalui, selalu mendoakan tiap-tiap kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Sejoli Sejauh Desy Brian


S: Couple item yang kalian punya apa aja, sih?

D: Hanya Kebaya Panjang Ombak Laut (Putih) dan Kemeja Lengan Panjang Ombak Laut (Putih).


S: Dari mana kalian tahu tentang Sejauh Mata Memandang?

D: Saya mengetahui Sejauh Mata Memandang dari sebuah film yang berjudul “Ada Apa Dengan Cinta 2”.


S: Mengapa kalian memilih Sejauh Mata Memandang?

D: Karena program konservasi lingkungan yang diterapkan oleh tim Sejauh Mata Memandang dan produknya (model pakaiannya) cukup unik.


S: Bagaimana pengalaman pertama kalian memakai Sejauh Mata Memandang?

D: Sangat senang, selain model pakaiannya bagus, yang paling penting, kami juga bisa berkontribusi dalam program konservasi lingkungan.


S: Koleksi Sejauh Mata Memandang yang paling berkesan buat kamu yang mana?

D: Sampai sejauh ini, kami hanya memiliki artikel Kebaya Panjang Ombak Laut (putih) dan Kemeja Lengan Panjang Ombak Laut (putih). Ini koleksi pertama yang kami punya dari Sejauh Mata Memandang, namun sepertinya menjadi koleksi yang paling berkesan untuk kami, karena kami bisa memakainya di momen yang baik di dalam cerita kehidupan kami.

Sejoli Sejauh Desy Brian

 

S: Apa yang kalian tahu tentang responsible fashion?

D: Menurut saya, setiap pakaian dan barang-barang apapun yang dibeli merupakan hal yang harus kita pertanggungjawabkan keberadaannya, membeli barang-barang secukupnya dan seperlunya saja, karena akan menambah limbah pakaian yang sulit untuk didaur ulang. Sekarang juga saya mencoba untuk menerapkan “one in, one out” dalam prinsip berpakaian, memberikan pakaian lama ke orang yang membutuhkan akan lebih berarti jika hanya menumpuknya di lemari.


S: Siapa sih, sosok yang menginspirasi kamu tentang sustainable living?

D: Rara Sekar dan Soraya Cassandra. Saya sangat suka bagaimana mereka memulai sustainable living melalui kebutuhan pangan sehari-hari, berkebun adalah hal yang sangat  menyenangkan. Selain mendukung program ketahanan pangan berkebun, juga dapat mengajarkan bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan potensi alam yang luar biasa.


S: #SejauhManaKamuPeduli agar bumi bisa menjadi lebih baik?

D: Dimulai dengan hal-hal kecil, seperti menghindari penggunaan kantong dan botol plastik sekali pakai, mengurangi penggunaan air tanah dengan memulai sistem pemanenan air hujan yang kemudian dapat digunakan untuk mencuci kendaraan, menyiram tanaman, dan lainnya. Sebagai seorang Arsitek Lanskap, saya juga berusaha menerapkan desain-desain berbasis lingkungan pada setiap pembangunan, merestorasi lahan-lahan kritis dengan pendekatan ekologi.

← Older Post Newer Post →

Leave a comment

Cerita Sejauh

RSS
Chitra Subyakto Effective Communication Skill Life at Sejauh Sejauh Mata Memandang

Life At Sejauh: Pelatihan Komunikasi yang Efektif

By Store Sejauh

Sejauh Mata Memandang peduli akan peningkatan dan kemajuan keterampilan setiap karyawan kami dan berkomitmen dalam memberikan berbagai pelatihan soft-skill maupun hard-skill yang dapat menunjang peningkatan...

Read more
Chitra Subyakto circular fashion daur ulang fesyen bertanggung jawab fesyen sirkular kain kain perca Plataran Indonesia Sahabat Sejauh Sejauh Mata Memandang sustainable fashion Tarlen Handayani

Sejauh Mata Memandang & Vitarlenology Memberikan Tips Upcycle untuk Mengurangi Limbah Tekstil di Perayaan Ulang Tahun Plataran Indonesia “Karya Untuk Bangsa”

By Store Sejauh

Pada bulan Januari yang lalu, tepatnya tanggal 19 Januari 2022, Sejauh Mata Memandang berpartisipasi dalam acara Karya Untuk Bangsa yang merupakan perayaan ulang tahun Plataran...

Read more