Tak Lagi 3R, Kini Aksi 9R Untuk Perangi Limbah Fesyen

Posted by Store Sejauh on

Tahukah Sahabat Sejauh, bahwa pengelolaan limbah kini sudah bukan lagi 3R namun telah berkembang menjadi 9R?

Ya. Masifnya jumlah limbah fesyen yang berbanding lurus dengan pencemaran lingkungan membuat kita mau-tidak-mau harus segera sadar akan dampak negatif fesyen cepat dan bergerak nyata melalui penerapan circular economy (ekonomi sirkular) dan aksi 9R.

Terlebih, melalui laporan Manfaat Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Ekonomi Sirkular di Indonesia yang diluncurkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dijelaskan bahwa ekonomi sirkular lebih dari sekadar pengelolaan limbah melalui daur ulang, tetapi juga meliputi pengelolaan sumber daya alam yang mencakup keseluruhan proses produksi, distribusi, dan konsumsi dari hulu hingga ke hilir rantai pasok.


Jadi, apa saja aksi 9R itu?

  • Refuse (menolak)
  • Kita bisa menolak penggunaan barang-barang yang sulit didaur ulang dan hanya berpotensi menjadi sampah yang menumpuk di lingkungan, seperti plastik kantong belanjaan. Ataupun menolak untuk membeli pakaian murah secara repetitif dan terjerumus dalam fesyen cepat.

  • Rethink (pikir kembali)
  • Pikirkan kembali mengenai jenis maupun bahan dari pakaian yang mau kita kenakan. Apakah bahannya tahan lama? Apakah pakaiannya diproses secara bertanggung jawab dan berkelanjutan layaknya Sejauh Mata Memandang maupun jenama fesyen lainnya?

    Sedangkan untuk pakaian yang sudah jarang digunakan dan masih layak, Sahabat Sejauh bisa mempertimbangkan untuk menyewakan atau mendonasikannya kepada yang membutuhkan.

  • Reduce (mengurangi)
  • Kurangi penggunaan barang sehari-hari agar tidak memperparah penumpukan sampah di darat maupun di laut. Kampanye ini sudah banyak digalakkan oleh berbagai pihak, termasuk Sejauh Mata Memandang bersama para tokoh yang bisa ditonton di sini.

    Kita juga dapat turut menyatakan aksi reduce ini dengan membiasakan membawa kantong guna pakai ataupun botol minum sendiri sebagai pengganti barang-barang berbahan plastik sekali pakai, seperti di video ini.

  • Reuse (menggunakan kembali)
  • Inilah pentingnya kita berbijaksana dalam mengonsumsi. Pilihan model pakaian yang everlasting akan sangat memungkinkan kita untuk mengenakannya berkali-kali dengan style yang unik dan kreatif. Sontek beragam cara memaksimalkan daya guna produk-produk Sejauh Mata Memandang dengan berbagai gaya di sini.

    Selain itu, menggunakan barang-barang secondhand alias thrifting juga dapat menjadi opsi dalam aksi ini.

  • Repair (memperbaiki)
  • Tahapan aksi 9R selanjutnya, memperbaiki kondisi pakaian yang kita miliki untuk memperpanjang masa pakainya, seperti menjahit pakaian dan pernak-pernik fesyen yang berlubang atau rusak. Tidak serta-merta dibuang, kegiatan pemeliharaan atau perawatan ini dilakukan agar tidak menambah volume limbah fesyen.

  • Refurbish (membarui kembali)
  • Aksi peremajaan produk fesyen juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan pakaian-pakaian lama kita dengan menambahkan bordir atau sulaman untuk menutupi noda yang sulit hilang, atau menambahkan patch pada jeans yang sobek.

  • Remanufacture (membuat ulang)
  • Sering merasa tidak punya baju padahal ada setumpuk pakaian di lemari? Mungkin, yang Sahabat Sejauh rasakan adalah bosan terhadap pakaian yang dimiliki. Untuk itu, kita bisa menghasilkan gaya yang baru dengan cara memanfaatkan bagian pakaian tertentu dan memadukannya dengan pakaian lain. Misalnya, menjahitkan hoodie pada jaket.

  • Repurpose (mengubah fungsi)
  • Maksudnya adalah mengubah bentuk dan fungsi suatu produk pakaian menjadi produk yang sama sekali berbeda. Misalnya mengubah windbreaker menjadi tas, mengubah kaos oblong menjadi sarung bantal, atau membuat coaster kain dari potongan pakaian.

  • Recycle (mendaur ulang)
  • Aksi 9R yang terakhir adalah mendaur ulang barang bekas agar dapat digunakan lebih lanjut. Salah satu contoh yang dapat kita ilhami dan jadikan inspirasi adalah program Sejauh Daur Kembali. Kain-kain sisa, kain perca, dan baju-baju yang tidak lagi terpakai oleh konsumen dikumpulkan oleh Sejauh Mata Memandang, untuk didaur ulang menjadi produk pakaian baru. Sedangkan yang tidak bisa dijadikan produk baru, diserahkan kepada pendaur ulang yang membuatnya menjadi benang. Jadi setiap produk yang dihasilkan tidak akan terbuang ke laut dan menjadi sampah.


    Sebagai pionir jenama fesyen yang bertanggung jawab, Sejauh Mata Memandang mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik produsen maupun konsumen, untuk berkomitmen menjalankan aksi 9R secara konsisten demi mewujudkan langkah awal transisi ekonomi sirkular dan memerangi limbah fesyen di Indonesia.

    ← Older Post Newer Post →

    Leave a comment

    Cerita Sejauh

    RSS
    Chitra Subyakto Effective Communication Skill Life at Sejauh Sejauh Mata Memandang

    Life At Sejauh: Pelatihan Komunikasi yang Efektif

    By Store Sejauh

    Sejauh Mata Memandang peduli akan peningkatan dan kemajuan keterampilan setiap karyawan kami dan berkomitmen dalam memberikan berbagai pelatihan soft-skill maupun hard-skill yang dapat menunjang peningkatan...

    Read more
    Chitra Subyakto circular fashion daur ulang fesyen bertanggung jawab fesyen sirkular kain kain perca Plataran Indonesia Sahabat Sejauh Sejauh Mata Memandang sustainable fashion Tarlen Handayani

    Sejauh Mata Memandang & Vitarlenology Memberikan Tips Upcycle untuk Mengurangi Limbah Tekstil di Perayaan Ulang Tahun Plataran Indonesia “Karya Untuk Bangsa”

    By Store Sejauh

    Pada bulan Januari yang lalu, tepatnya tanggal 19 Januari 2022, Sejauh Mata Memandang berpartisipasi dalam acara Karya Untuk Bangsa yang merupakan perayaan ulang tahun Plataran...

    Read more